Dalam perjalan hidup tentu kita,tidak jarang kita dihadapkan dalam sebuah keadaan yang harus memilih begitu juga dalam urusan pasangan hidup.tetu itu tidak lah mudah karena tentu kita tidak ingin semua menjadi sia-sia dan tidak jarang malah meninggalkan luka dan kekecewaan sepanjang hidup.
Nah sebelum anda benar-benar menjatuhkan keputusan berikut hal yang perlu kita pertimbangkan
1.tidak ada gading yang tak retak.
selama masa pacaran mungkin yang ada dalam pasangan kita adalah yang terbaik dari yang lain dan dia benar-benar sempurna,benar bukan?
tapi tunggu dulu dan coba pikir ulang
pacar kita hanya meluangkan sedikit waktu untuk kita,mungkin saaat kita kencan itupun dia akan menampilkan yang terbaik untuk kita agar kita tetep betah berada disampingnya,lalu bagaimana nanti waktu kita sudah menikah?yang hampir sepanjang waktu kita akan bersama tentu lambat laun tapi pasti manis bisa jadi pahit karena kita belum tentu benar-benar bisa menerima kekurangan pasangan kita,
ingat tidak ada yang sempurna didunia ini
jadi bagi anda yang sudah mematok standar dalam urusan ini harus benar-benar berfikir ulang dana coba tanyakan pada diri anda apakah anda sudah benar-benar siap jika nanti harus mengetahui kelemahan pasangan kita
2.menjadi diri sendiri
mungkin ini akan berat bagi kita yang terlanjur ketemu sama orang yang "sempurna" dimata kita dan tidak jarang kita tidak menjadi diri sendiri saat menjalin hubungan itu yang terlintas hanya bagaimana kita bisa tetep bersama dia,namun bagi yang sudah ingin melangkah lebih jauh coba janganlah anda lakukan itu.cobalah bersikap jujur walupun tidak jarang itu akan berujung kepahitan,dan tak jarang pulah kita akan direndahkan namun percayalah buah dari semua itu akan manis karena kita akan benar-benar bertemu dengan seseorang yang memang sudah siap menerima kita apa adanya.
3.Mengenal perbedaan pria dan wanita.
wanita dan pria tentu berbedah dalam banyak hal.Pria lebih cenderung menggunakan logika dan wanita lebih menggunakan emosi. Meski di zaman yang edan ini, banyak sekali pria yang kewanita-wanitaan dan wanita yang kepria-priaan, namun percaya lah kodrat tersebut tidak dapat diubah.
Wanita tidak mudah untuk memberi cintanya, namun begitu dia mencintai seorang pria secara mendalam, maka logikanya seakan mati dan dia akan memikirkan kamu walau pun kamu punya banyak kekurangan.
Sedang pria, mudah untuk jatuh cinta, namun rasa cinta tersebut juga cepat hilang, terutama jika logikanya sudah tidak dapat menerima kekurangan pasangannya.
4.Mengenal bedanya penasaran, sayang, suka, cinta dan obsesi.
Ini adalah hal yang seringkali sulit dibedakan oleh seseorang yang sedang berada dalam panah asmara. Tidak jarang banyak hubungan yang berakhir tragis karena mereka sendiri tidak paham akan sejatinya perasaan mereka sendiri.
Kita bisa jadi penasaran pada seseorang, namun belum tentu menyayangi dan menyukainya, apalagi mencintainya. Banyak faktor yang bisa membuat kita penasaran, bisa karena kagum, tidak dihiraukan, atau karena dia memenuhi kriteria “pasangan ideal” secara fisik, sikap dan materi
Kemudian, satu tingkat di atas penasaran adalah sayang. Sayang juga ada banyak jenisnya. Sayang secara universal, sayang kepada lawan jenis dan sayang kepada orangtua atau anak kita.
Di atas rasa sayang, ada suka. Suka pasti bersayarat, karena kita pasti punya alasan untuk menyukai seseorang, bisa karena fisik, kelebihan, atau harta yang dimiliki orang tersebut.
Di atasnya lagi, ada cinta. Cinta adalah sebuah perasaan di mana kita yakin untuk terus bersama orang yang kita cintai dan kita siap untuk menerima segala kekurangan dan kelebihannya. Jika kita cinta pada seseorang, kita pasti sayang dan suka pada orang tersebut.
Semua perasaan tersebut bisa menjadi sebuah obsesi manakala kita terlalu takut dan cemas dalam sebuah hubungan, terlalu mengidolakan atau mengejar orang tersebut.
Jadi, kamu dan pasangan kamu termasuk yang mana?
5.guru terbaik adalah pengalaman
pengalaman lah yang akan mengajarkan kita banyak hal dan mendewasakan kita.
Semakin banyak kita putus cinta, semakin sedikit cinta yang akan kita beri selanjutnya, karena kita seringkali menjadi takut dan apatis dalam menjalin sebuah hubungan.
Seringkali orangtua menasehati kita, namun saat panah asmara sudah menguasai emosi kita, logika ikut terbutakan dan tidak jarang kita merasa yakin bahwa kita tidak akan mengulang kesalahan-kesalahan seperti yang sudah diwejangkan oleh orangtua atau orang yang lebih berpengalaman.
Ketakutan akan kekecewaan dan rasa apatis terhadap cinta, sebenarnya adalah pandangan yang menyesatkan. Namun sayangnya, doktrin dari teman-teman yang sering putus cinta, orangtua, atau lingkungan sekitar selalu mengarah ke sana.
Jadi, banyak-banyaklah mendengar dan belajarlah dari pengalaman, bukan untuk menjadi takut dan apatis, namun untuk memperbaiki pandangan dan cara kita dalam memilih pasangan yang tepat.
6.Beri ruang bagi pasangan dan diri sendiri.
Seringkali, terutama bagi mereka yang obsesif, membatasi ruang gerak pasangan dan diri sendiri. Beri ruang untuk pasangan dan diri sendiri membantu kita untuk mengerjakan hal-hal yang lebih baik dan bermanfaat.
Selain itu, kita harus meluangkan waktu untuk banyak hal, pendidikan untuk yang masih sekolah, kerja untuk yang berkarir, teman-teman dan yang terpenting, orangtua yang telah membesarkan kita.
Meski rasa curiga, cemburu, atau rasa cemas adalah hal yang wajar dan kita perlu mengingatkan pasangan kita, saat mereka melakukan hal dibatas kewajaran, namun jika rasa cemas, cemburu dan khawatir membuat kita menjadi tidak dapat mengerjakan hal bermanfaat lainnya, maka hubungan tersebut hanya tinggal menunggu waktu.
Ruang gerak diperlukan untuk mengetahui dan memperjelas mengenai perasaan kita dan pasangan kita. Jika ternyata memang pasangan kita beralih dan memilih yang lain, berarti dia tidak benar-benar mencintai kita. Atau bisa jadi di masa-masa penjajakan tersebut, malah kita yang berpaling dan menemukan orang yang lebih baik.
7. Rumput tetangga selalu lebih hijau.
Bagi kalian, terutama yang selalu membanding-bandingkan pasangan kalian dengan mantan atau lawan jenis lainnya. Sadar lah, buka mata kalian, kalian bukan manusia sempurna, kalian juga adalah manusia biasa yang memiliki banyak kesalahan dan dosa.
Kebiasaan membanding-bandingkan adalah penyakit kejiwaan yang membuat kita selalu merasa tidak puas dan melihat “rumput tetangga” yang menurut kita lebih hijau, walau tidak jarang pada akhirnya kita menyesal dan kehilangan orang yang sebenarnya lebih baik dan tepat.
Memilih boleh saja, selama ada pilihan, namun ingat, siap-siap untuk dicubit, jika kalian ingin mencubit. Karma itu ada. Jadi, jangan menyakiti pasangan kalian jika tidak ingin disakiti
8.Belajar merelakan dan menerima.
Jika suatu saat, ketika kamu ditinggalkan oleh orang yang benar-benar kamu cintai, maka relakan lah dan jalani hidup seperti sebelum kamu bersamanya. Lagi-lagi sebuah teori yang mudah diucapkan namun sulit dilaksanakan.
Mudah untuk jatuh cinta, tidak butuh waktu yang lama, namun untuk melupakannya, mungkin butuh waktu sampai kita menutup mata.
Percaya lah, merelakan seseorang akan lebih baik daripada memaksanya untuk terus bersama kita, karena kita juga tidak akan bahagia, untuk apa kamu mendapatkan sebuah raga kosong tanpa jiwa? Bisa dipastikan, hubungan yang dipaksakan, tidak akan berakhir bahagia.
Dalam hidup, akan ada yang datang dan pergi, dalam segala hal. Yang perlu kita lakukan adalah beradaptasi dan membuka hati dan pikiran, jangan terus fokus kepada masalalu. Show must go on.
Untuk sukses, kita harus berjuang mati-matian, jatuh bangun untuk mencapainya. Sama halnya dengan mencari pasangan hidup yang tepat. Pada akhirnya kita mungkin akan melewati beberapa orang yang tidak cocok dan memang bukan jodoh kita, agar kita belajar dari kesalahan dan pengalaman untuk memilah dan mendapatkan pasangan hidup yang tepat.
9. Jangan terburu-buru untuk menikah
Jika kalian merasa semua kriteria di atas telah terpenuhi, maka sudah saatnya membicarakan hal yang lebih serius yaitu menikah.
Menikah butuh kesiapan fisik dan mental, juga materi. Semua tidak dapat terpisahkan, ada banyak pasangan yang bercerai karena masalah finansial sampai masalah mengurus anak. Ada baiknya, sebelum melaksanakan pernikahan, kamu dan pasangan kamu sudah berkomitmen dan mempersiapkan langkah kalian setelah menikah dan menyiapkan segala kebutuhannya.
Misalnya saja perencanaan ingin punya anak berapa, bagaimana tabungan atau investasi yang ingin diambil untuk biaya pendidikan anak nantinya dan sebagainya.
Pernikahan harus lah berdasarkan logika dan komitmen, jangan semata-mata hanya berdasarkan emosi atau “suka sama suka”, karena rasa suka bisa hilang, rasa cinta bisa pudar, namun jika logika, komitmen dan perasaan telah menjadi dasar sebuah pernikahan, maka hubungan tersebut bisa bertahan lama.
Memilih pasangan yang tepat bukan perkara mudah. Hidup tanpa kekasih memang menyedihkan, tapi akan lebih menyedihkan jika menghabiskan sisa hidup bersama orang yang tidak tepat.
Memilih lah selagi bisa memilih, sebelum terlambat dan menyesal. Ingat, hidup adalah pilihan, masa depan adalah konsekuensi dari perbuatan kamu di masa sekarang dan masa lalu. Hanya kamu lah satu-satunya orang yang bisa menentukan kebahagiaan dan jalan hidupmu
diadaptasi dari"Tips Memilih Pasangan yang Tepat Sebelum Menikah" karya:Hong Kosan Djojo/Ryu Kiseki Email : ryukiseki@gmail.com

0 komentar
Post a Comment