pada suatu kerajaan yang cukup makmur sang raja ingin mengetahui seberapa loyalitas rakyatnya, maka sang raja memerintahkan kepada rakyatnya untuk mengumpulkan sesedok madu untuk tiap warganya.
maka diumumkanlah di tiap tiap daerah apa yang menjadi keinginan sang raja tersebut.
maka kasuk kusuk pun terjadi dikalangan sang masyarakat
"gimana ini pak kita tidak punya madu" tanya seorang istri kepada suaminya
"tenang saja" sahut sang suami
"tenang bagaimana,lha wong waktunya udah entar malam?" sahut sang istri
"buk,sudahlah ibu tenang saja. biar bapkak yang atasi semua ini" sahut sang suami
"yang penting ibu tahu beres" timpal sang suami
"ya terserah bapak j dech" jawab sang istri lantas dia melanjutkan kembali aktifitas seperti biasanya.
sang suami berpikir keras bagaimana ia bisa mendapatkan madu sedang dia tidak memiliki setetes pun madu.dan tiba tiba dalam benaknya terlintas pemikiran,
"hm,gula kalo dicairkan dengan cara di panaskan bentuknya kan sama dengan madu?" gumam sang suami sambil manggut manggut membenarkan apa yang terlintas dalam benaknya tersebut.
maka sampailah waktu dimana madu ahrus dikumpulkan.
maka terlihat antrian yang memanjang disertai kelip obor, karena sang raja menginginkan waktu malam hari untuk mengumpulkan madu-madu tersebut.
sesedok demi sesedok "madu" itu terkumpul dalam suatu wadah yang cukup besar hingga selesai antrian yang mengular itu.
siang harinya, raja hadir di hadapan semua rakyatnya itu
"pengawal coba aduk madu tersebut!" perintah sang raja
"siap baginda" sahut pengawal
cairan tersebut kemudian diaduk bebrapa saat
"sudah,baginda" sahut pengawal dengan penuh rasa hormat
kemudian sang raja mendekati wadah tempat penampungan madu tersebut dan dicelupkan jari telunjuk kedalam wadah madu tersebut
"manis" kata sang raja
kemudian sang raja berkata pada rakyat nya yang sedari tadi menunggu apa sebenarnya maksud dari sang raja untuk mengumpulkan madu-madu tersebut.
"wahai rakyatku yang aku cintai, apakah kalian mencintai aku?" tanya sang raja dengan lantang dihadapan rakyatnya itu
"tentu, wahai raja ku" serentak rakyatnya menyauti
"apakah pelayananku sudah seperti yang kalian harapakan?" kembali sang raja bertanya
"lebih dari cukup paduka raja" sontak rakyat menyahuti
memang sang raja terkenal dengan sifat yang pengayom pada rakyatnya sehingga kerajaan itu menjadi gemah ripah seolah tiada kekurangan bagi rakyatnya.
panen melimpah, perdagangan aman
"apakah yang kalian berikan ini adalah madu yang terbaik untukku?" kembali sang raja bertanya pada kerumunan rakyatnya
"tentu paduka" serentak rakyat menyahuti
sesaat tediam senyap dan ada sedikit perubahan pada mimik wajah sang raja, sontak kasak kusuk gumam kumpulan manusia itu seperti kerumunan tawon. dan kemudian gumaman itu t erhenti ketika sang raja mengangkat tangannya
"wahai rakyatku, yang aku kasihi. jika ini adalah yang terbaik yang telah kalian berikan pada raja kalian. maka apakah pantas jika kalian katakan bahwa kalian mencintaiku?" sontak kalimat itu membuat suasana mencekam
"aku, menginginkan kalian mengumpulkan sesendok madu dan waktu malam hari yagn aku pilih"
"semua itu aku lakukan karena aku ingin tahu seberapakah jujurnya, cinta dan pengorbanan kalian pada raja kalian"
"tapi, apa yang aku terima?"
"madu yang terbaik?"
"tentu itu yang aku harapkan"
"tapi?" kemudaian raja terdiam dan berjalan menuju wadah tempat dimana rakyatnya menuangkan madu-madu tesebut dan kembali mencelupkan jari telunjuknya kedalam genangan madu tersebut.
kemudian menjilatnya.
"ini kalian bilang madu terbaik?"
"ini tak lebih dari air gula!" kata sang raja dengan nada kecewa
lalu raja pergi meninggalka rakyatnya.
dalam cerita di atas bisa kita ambil beberapa kesimpulan/pelajaran.
- kejujuran harus di awali dari pribadi masing-masing
bayangkan jika setiap orang berpikir " sesedok madu tidak akan merusak seribu sendok madu"
namun dari seribu pemilik sendok berpikiran sama tentu yan akan terkumpul adalah seribu satu sendok madu.
dan inilah kenyataan dalam keseharian kita, kita melakukan itu dalam bidang yang berbeda beda, tentu anda lebih tahu apa yang diakibatkan dari pemikiran pemikiran yang ada dalam cerita tersebut.
kita berharap orang lain baik namun diri kita tidak berusaha menjadi baik
kita lebih menuntut hak dari pada memberikan kewajiban
dan masih banyak lagi pelajaran pelajaran yang dapat kita petik
semua saya kembalikan pada pribadi masing masing
kejujuran
kejujuran
dialova
5.0
stars based on
35
reviews
pada suatu kerajaan yang cukup makmur sang raja ingin mengetahui seberapa loyalitas rakyatnya, maka sang raja memerintahkan kepada rakyatnya...
Share this
Related Articles :
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Healthy eating isn’t necessarily about strict dietary restrictions, staying thin or depriving yourself of the foods you like. Instead, i...
-
Bagaimana suasana hati mempengaruhi kesehatan kita? apakah pertanyaan itu pernah terlintas didalam fikiran kita? jika selama ini kita mem...
-
Buah wuni atau buni merupakan salah satu asli asia/indonesia meskipun saat ini sangat sulit sekali dijumpai karena secara nilai ekonomis me...
-
"Jangan ngaku gaul kalo kamu belum berani lakukan ini" atau "Katrok loe, gitu j gak tahu" dan masih banyak lagi kalimat...
-
Seorang anak memang terlahir karena adanya orang tua, namun bukan berarti dia milik anda tapi ia terlahir sebagai titipan dari TUHAN yang...
0 komentar
Post a Comment