Lupakan "Gaul" Jika Ingin Sukses

"Jangan ngaku gaul kalo kamu belum berani lakukan ini" atau "Katrok loe, gitu j gak tahu" dan masih banyak lagi kalimat-kalimat yang bermuatan kata "gaul" namun ujung-ujungnya adalah peyesatan belaka, kenapa saya bilang seperti itu? karena kebanyakan kata "gaul" akan digunakan untuk mengajak orang lain agar terlihat lebih modern atau update dengan melakukan aktivitas yang sebenarnya adalah hal-hal yang kurang bermanfaat bagi masa pendidikan maupun masa depan, misalnya : seseorang akan dikatakan tidak "gaul" jika tidak berani menenggak alkohol atau dikatakan katrok kalo belum bisa merasakan pergaulan bebas.

Memang tidak bisa dipungkiri kata semua orang ingin selalu terlihat lebih modern, lebih umum, atau masih banyak lagi. namun, tanpa sadar apa yang dilakukan itu benar-benar akan menunjang masa depan tidak? tapi, semuanya akan mengikuti arus tanpa mereka memikirkan itu semua yang penting bisa diakui kalua dirinay sudah terlihat gaul.

Memang siapa yang akan menilai diri anda "gaul" atau tidak?
Keputusan untuk mendapatkan status "gaul" ternyata lebih ke "komunitas" tapi melupakan siapa diri anda, maka jangan heran jika seseorang yang ingin "diakui gaul" akan menjadi sosok yang tidak berpendirian. tentu ini bukan tanpa alasan, kita sering mendengar berita seoarang anak dari keluarga yang tidak mampu meminta benda yang diluar kemampuan keluarganya agar bisa dianggap "gaul" oleh teman-teman mereka. akhirnya si anak akan melakukan apa saja untuk bisa terpenuhi itu semua.

Itu hanya salah satu contoh dari apa yang dilakukan mereka agar terlihat lebih gaul, masih banyak lagi contoh-contoh dari sekitar kita yang mengatas namakan "gaul" namun akhirnya hanya akan memperumit bahkan menggagalkan impian masa depan generasi penerus keluarga bahkan negara ini.

Lalu "gaul" itu seperti apa?
Untuk memahami kata "gaul" harus benar-benar jelas, jangan sampai anda "memakan" mentah-mentah kata tersebut.

Jika anda bisa beradaptasi dengan dunia anda tanpa harus mengorbankan masa depan anda itulah gaul, menyadari siapa diri anda dan akan kemana kehidupan anda akan berlabuh kelak, memahami perkembangan tekhnologi dan jaman bukan berarti harus larut dengan keadaan, misalnya: anda bisa "memainkan" sosmed maupun gadged, mengetahui apa yang sedang terjadi melalui berita dan masih banyak lagi dan yang terpenting anda juga tidak melupakan batasan-batasan agar anda tetap bisa meraih mimpi atau cita-cita anda kelak.

Orang sukses tidak gaul?
tentu itu bukan berarti orang yang ingin sukses harus katrok atau tidak gaul, namun jika anda melihat history dari anak-anak yang bisa meraih prestasi gemilang hingga tidak sedikit dari mereka sudah bisa mengahsilkan uang lebih dari kata cukup merupakan anak-anak atau orang-orang yang tidak salah kaprah dengan kata-kata "gaul".

Mereka lebih konsentrasi pada bidang mereka dan berani berkata "gaul" itu bukan diputuskan oleh komunitas maupun golongan, tapi cukup diri mereka  pribadi yang memutuskan, sehingga mereka bisa tetap "gaul" tanpa mengorbankan masa depan mereka.

Coba lihat Christian George Emor (SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon Sulawesi Utara), David Giovanni (SMAK Penabur Gading Serpong, Banten), Kevin Soedyatmiko  (SMAN 12 Jakarta), dan Muhammad Sohibul Maromi (SMAN 1 Pamekasan Madura) yang mempersembahkan medali emas. Sedangkan Ahmad Ataka Awwalur Rizqi (SMAN 1 Yogyakarta) mempersembahkan medali perak. yang menyabet prestasi di olympiade international, mereka juga kenal kok apa itu sosmed, mereka juga gak ketinggalan jaman tapi mereka tidak memaknai gaul dengan perbuatan yang memang tidak akan memberikan manfaat pada kehidupan mereka.
Siswa Indonesia Raih 4 Emas di Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) Ke-41 di Zagreb, Kroasia <https://indonesiaproud.wordpress.com/2010/07/26/siswa-indonesia-raih-4-emas-di-olimpiade-fisika-internasional-ipho-ke-41-di-zagreb-kroasia/&gt;
"Siswa Indonesia Raih 4 Emas di Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) Ke-41 di Zagreb, Kroasia"
 
lihat juga  Hamzah Izzulhaq yang bisa mengahasilkan mereka juga gak kalah gaul, jadi jika anda ingin gaul namun tidak salah kaprah maka lihatlah mereka jangan lihat mereka yang katanya gaul namun tidak memberikan manfaat pada kehidupan hari ini dan masa depan mereka dengan kata lain gaul mereka adalah cuma untuk senang-senang.
Hamzah Izzulhaq sukses menjadi entrepreneur di usia 22th<http://bisnis.liputan6.com/read/2369052/5-anak-muda-indonesia-yang-sukses-jadi-pengusaha&gt;
Hamzah Izzulhaq sukses menjadi entrepreneur di usia 22th
Jadi lupakan kata gaul yang salah dan railah kesusesan anda hari ini dan kelak maka anda tidak akan pernah menyesal, ingat waktu tidak akan pernah diulang dan kesempatan tidak akan datang untuk ke-2 kalinya. maka selagi muda kejarlah cita-cita kalian sebelum menyesal kelak, semoga bermanfaat.

0 komentar