Seorang anak memang terlahir karena adanya orang tua, namun bukan berarti dia milik anda tapi ia terlahir sebagai titipan dari TUHAN yang bisa saja diambil kapan saja TUHAN menghendaki. meskipun untuk mendapatkan seorang anak membutuhka perjuangan yang tidak mudah, selama 9 bulan ibu harus mengandung lalu melahirkan kemudian merawatnya disisi lain sang ayah juga harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, sering kali orang tua merasa bawha seorang anak adalah milik mereka sehingga bisa memperlakukan apa saja yang dikendaki, misalnya: memarahinya bahkan tidak jarang seorang anak harus menerima pukulan dari orang tua.
Tentu anda sudah tahu dampak negatif yang akan terjadi jika seorang anak terlalu sering mendapatkan perlakuan kasar dari orang tua, maka dari itu berikut tips untuk tidak gampang marah pada anak:
1. Jangan langsung marah
Saat emosi anda terpancing oleh ulah sang anak maka jangan langsung memarahinya, cobalah berfikir sejanak apa akibatnya jika anda memarahinya atau jika tidak bisa lakukan itu maka setidaknya cobalah diam sejenak tenangkan diri anda selama 2 menit.
"Anda bisa mengambil waktu istirahat dan keluarlah dari ruangan itu. Bahkan walau hanya 1-2 menit saja," papar psikolog, Laura J. Petracek, PhD, penulis The Anger Workbook for Women.
2. Basuh muka anda
Saat kemarahan mulai menyesak didada anda maka segeralah membasuh muka anda, jika anda seorang muslim sebaiknya anda mengambil air wudhu', sensasi kesegaran dari air akan mengurangi gejolak amarah anda.
sebuah kalimat bijak dari nabi MUHAMMAD S.A.W(hadist)
“Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan terbuat dari api. Dan api itu hanya bisa dipadamkan oleh air. Oleh karena itu, jika seorang di antara kamu marah maka berwudhulah. ” (HR. Abu Daud)
3. Ubah posisi
Jika amarah itu muncul saat anda berdiri maka cobalah untuk duduk sejenak atau berbaring, dengan berpindahnya posisi maka gejolak emosi akan berkurang.
seperti disebutkan dalam sebuah hadist:
“Maka apabila salah seorang di antara kamu marah dalam keadaan berdiri maka duduklah. Apabila dalam keadaan duduk maka berbaringlah. ” (Riwayat Abu Daud).
4. Peluk anak
Ketika anda sedang merasa ingin memarahi anak, maka cobalah untuk memeluk anak seperti saat anda memeluknya saat dia masih kecil, serta sambil mengingat TUHAN minimal dalam hati, dengan begitu anda akan mengerti apa yang harus dilakukan. setelah itu maka cobalah menasehati dan memberi pengertian pada anak dari pada memarahinya.
5. Tidak ada yang sempurna
Setiap sesuatu di dunia ini pasti memiliki kelebihan serta kekurangan masin-masing, begitu juga dengan anak anda yang masih membutuhkan banyak bimbingan dari orang tuanya. dari pada memarahinya lebih baik memberi dia pengertian yang bisa membuat anak lebih baik lagi.
6. Pahami anak
Untuk bisa mengerti dan memahami sesuatu tentunya dibutuhkan ilmu yang cukup, tentu tidak akan berbeda ketika anda ingin memahami dan mengerti bagaimana cara mengasuh dan mendidik anda tentunya juga diperlukan ilmu yang memadahi untuk itu pelajari ilmunya dari berbagai media agar anda lebih bisa mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada anak anda agar perkembangannya menjadi baik serta menjadi anak yang sholeh.
7. Pastikan kondisi tubuh
Rasa capek akan dengan mudah terpancing oleh amarah, jadi dengan kata lain jika tubuh anda tidak dalam kondisi yang fit entah itu karena lapar, sedang ada beban pikiran. maka sebaiknya buat kondisi tubuh anda menjadi benar-benar fit dengan menjaga istirat dan makan tepat waktu.
8. Pastikan kondisi anak
Anak akan sangat menggoda munculnya emosi saat dia sedang dalam kondisi kurang sehat, mungkin dia rewel yang tentunya itu akan sangat memancing emosi orang tua. maka sebelum memarahinya cobalah cek kesehatan dia, bisa saja ia sakit perut atau yang lainnya, jika itu sebabnya maka segeralah berikan ia pertolongan pertama dan membawanya kebidan kepercayaannya, selamat mencoba.
Sumber : Ummi Online
Namun, sering kali orang tua merasa bawha seorang anak adalah milik mereka sehingga bisa memperlakukan apa saja yang dikendaki, misalnya: memarahinya bahkan tidak jarang seorang anak harus menerima pukulan dari orang tua.
Tentu anda sudah tahu dampak negatif yang akan terjadi jika seorang anak terlalu sering mendapatkan perlakuan kasar dari orang tua, maka dari itu berikut tips untuk tidak gampang marah pada anak:
1. Jangan langsung marah
Saat emosi anda terpancing oleh ulah sang anak maka jangan langsung memarahinya, cobalah berfikir sejanak apa akibatnya jika anda memarahinya atau jika tidak bisa lakukan itu maka setidaknya cobalah diam sejenak tenangkan diri anda selama 2 menit.
"Anda bisa mengambil waktu istirahat dan keluarlah dari ruangan itu. Bahkan walau hanya 1-2 menit saja," papar psikolog, Laura J. Petracek, PhD, penulis The Anger Workbook for Women.
2. Basuh muka anda
Saat kemarahan mulai menyesak didada anda maka segeralah membasuh muka anda, jika anda seorang muslim sebaiknya anda mengambil air wudhu', sensasi kesegaran dari air akan mengurangi gejolak amarah anda.
sebuah kalimat bijak dari nabi MUHAMMAD S.A.W(hadist)
“Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan terbuat dari api. Dan api itu hanya bisa dipadamkan oleh air. Oleh karena itu, jika seorang di antara kamu marah maka berwudhulah. ” (HR. Abu Daud)
3. Ubah posisi
Jika amarah itu muncul saat anda berdiri maka cobalah untuk duduk sejenak atau berbaring, dengan berpindahnya posisi maka gejolak emosi akan berkurang.
seperti disebutkan dalam sebuah hadist:
“Maka apabila salah seorang di antara kamu marah dalam keadaan berdiri maka duduklah. Apabila dalam keadaan duduk maka berbaringlah. ” (Riwayat Abu Daud).
4. Peluk anak
Ketika anda sedang merasa ingin memarahi anak, maka cobalah untuk memeluk anak seperti saat anda memeluknya saat dia masih kecil, serta sambil mengingat TUHAN minimal dalam hati, dengan begitu anda akan mengerti apa yang harus dilakukan. setelah itu maka cobalah menasehati dan memberi pengertian pada anak dari pada memarahinya.
5. Tidak ada yang sempurna
Setiap sesuatu di dunia ini pasti memiliki kelebihan serta kekurangan masin-masing, begitu juga dengan anak anda yang masih membutuhkan banyak bimbingan dari orang tuanya. dari pada memarahinya lebih baik memberi dia pengertian yang bisa membuat anak lebih baik lagi.
6. Pahami anak
Untuk bisa mengerti dan memahami sesuatu tentunya dibutuhkan ilmu yang cukup, tentu tidak akan berbeda ketika anda ingin memahami dan mengerti bagaimana cara mengasuh dan mendidik anda tentunya juga diperlukan ilmu yang memadahi untuk itu pelajari ilmunya dari berbagai media agar anda lebih bisa mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada anak anda agar perkembangannya menjadi baik serta menjadi anak yang sholeh.
7. Pastikan kondisi tubuh
Rasa capek akan dengan mudah terpancing oleh amarah, jadi dengan kata lain jika tubuh anda tidak dalam kondisi yang fit entah itu karena lapar, sedang ada beban pikiran. maka sebaiknya buat kondisi tubuh anda menjadi benar-benar fit dengan menjaga istirat dan makan tepat waktu.
8. Pastikan kondisi anak
Anak akan sangat menggoda munculnya emosi saat dia sedang dalam kondisi kurang sehat, mungkin dia rewel yang tentunya itu akan sangat memancing emosi orang tua. maka sebelum memarahinya cobalah cek kesehatan dia, bisa saja ia sakit perut atau yang lainnya, jika itu sebabnya maka segeralah berikan ia pertolongan pertama dan membawanya kebidan kepercayaannya, selamat mencoba.
Sumber : Ummi Online

0 komentar
Post a Comment