sebuah dilema ketika kita mengaajarkan sopan santun kepada anak, apalagi ketika dia telah tumbuh semakin besar dan telah mengenal dunia mungkin lebih luas dari yang anda ketahui. apa saja yang anda kerjakan serta anda temui sepanjang anda menjadi seorang anak? sebuah interaksi sosial, pencarian jati diri dan sebagainya, hingga anda menemukan sebuah jalinan kemudian anda menikah.dan lahirlah anak anak.
coba kita diam sejenak dan intropeksi diri, dulu anda juga seorang anak kemudaian anda tumbuh menjadi dewasa dan sekarang anda telah menikah kemudian dikaruniai seorang anak,tentu anda paham jika anda bisa menempatkan diri anda bahwa anda juga pernah menjadi anak anak, ingat anak anak akan menyerap apa saja yang terjadi di sekitarnya termasuk tingkah pola orang tua mereka.
jika anda ingin mereka lebih baik dan lebih sopan seperti yang anda inginkan:
anda tentu ingin anak anak anda sukses dalam meraih cita cita mereka namun mereka tetap bisa "menghargai" jerih payah anda sebagai orang tua maka anda harus menanamkan norma norma yang tepat dan itu harus bisa anda memberikan cotoh ketika bersama mereka
-sikap
ajarkan mereka kalimat kalimat yang lebih baik contoh:
ketika anda menyuruh mereka jangan lupa ucapkan
"nak tolong,ibu ambilkan ini atau itu"
dan setelahnya anda bisa ucapkan
"terima kasih yah,nak"
itu hanya sepengal contoh anda bisa kembangkan sendiri,kalimat diatas mungkin kelihatannya sangat remeh namun itu akan mendidik mereka untuk tetap bisa menghargai orang lain
coba bedakan dengan kalimat berikut
"hai, ambilkan ibu anu"
tentu sangat beda sekali
-mendengarkan
tentu kita akan kesal ketika kita berbicara tiba tiba sang anak memotong pembicaraan untuk membela kebenaran dirinya,jadi cobalah anda ajarkan mereka untuk mendengarkan dulu ketika ada yang berbicara kemudain beri waktu dia untuk berbicara,
-ramah
cobalah anda beri contoh bagai mana sikap ramah itu,mungkin saat ada saudara bertamu kerumah anda cobahlah ajarkan anak anda untuk bisa kenal mereka dengan cara yang terbaik.
misal:
berjabat tangan dan mengenalkan diri kepada tamu
- jujur
tentu tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya menjadi pembohong, dan anda harus bisa meberi contoh kepada mereka, jangan cuma menuntut mereak untuk jujur tapi dalam tingkah polah anda keseharian anda melakukan kecurangan. itu sama juga bohong
misal:
ketika anak anda menangis kemudian anda merayu memberi atau mengajak mereka agar mereak diam, namun setelah mereka terdiam anda melupakan
ini sangat fatal, karena mereak akan meniru itu hingga mereka dewasa bahkan sampai mereka berumah tangga
-tertib
berprilaku tertib sungguh sangat indah,namun kadang kala kita mengabaikan ini
misalnya:
jika anda sudah mengatur jadwal tidur siang, kemudain sang anak melanggar namun anda diam saja.tentu itu tidak baik untuk kemudian hari mereka dan mereka akan berusaha melanggar yang lebih besar lagi.
cobalah beri mereka hukuman kecil dan anda harus konsisten agar mereka juga bisa tertib
Diatas hanya sebagian kecil untuk mendidik anak anda sopan santun, anda harus ingat guru pertama dalam hidup mereka adalah orang tua.dan mereka akan menyerap semua gerak dan ucapan anda.
maka usakan hindari kebiasaan buruk didepan mereka agar buah hati anda bisa menjadi sosok yang anda idamkan dan banggakan kelak dikemudian hari.
tips mengajarkan sopan santun pada anak
tips mengajarkan sopan santun pada anak
dialova
5.0
stars based on
35
reviews
sebuah dilema ketika kita mengaajarkan sopan santun kepada anak , apalagi ketika dia telah tumbuh semakin besar dan telah mengenal dunia mun...
Share this
Related Articles :
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Healthy eating isn’t necessarily about strict dietary restrictions, staying thin or depriving yourself of the foods you like. Instead, i...
-
Bagaimana suasana hati mempengaruhi kesehatan kita? apakah pertanyaan itu pernah terlintas didalam fikiran kita? jika selama ini kita mem...
-
Buah wuni atau buni merupakan salah satu asli asia/indonesia meskipun saat ini sangat sulit sekali dijumpai karena secara nilai ekonomis me...
-
"Jangan ngaku gaul kalo kamu belum berani lakukan ini" atau "Katrok loe, gitu j gak tahu" dan masih banyak lagi kalimat...
-
Seorang anak memang terlahir karena adanya orang tua, namun bukan berarti dia milik anda tapi ia terlahir sebagai titipan dari TUHAN yang...
0 komentar
Post a Comment