hal paling berpengaruh dalam kepribadian anak

mendidik seorang anak hingga menjadi kebanggaan orang tua adalah idaman siapapun, namun sering kali kita melupakan hal yang sangat signifikan dalam melakukannya karena terlalu terpaku pada hal yang bersifat materi. alhasil generasi yang tercipta adalah generasi lemah secara mental yang bisa dikatakan adalah generasi 'imitasi".

kenapa saya sebut generasi "imitasi"?
karena generasi tersebut baik secara kasat mata namun lemah dalam kualitas

berikut tips mendidik generasi idaman

 1. pendidikan

banyak orang tua salah kaprah mengartikan bahwa pendidikan akan selalu di hasilkan oleh sebuah lembaga dan melupakan pendidika arti secara esensial dari arti pendidikan itu sendiri.

pada dasarnya pondasi pendidikan berawal dari ketika janin itu terbentuk jadi disini peran orang tua sangat lah penting, maka tidak salah kalau banyak ertikel maupun penelitian menyebutkan bahwa pendidikan harus di mulai saat ketika janin sudah  terbentuk dalam rahim ibu, entah dengan mendengarkan musik klasik atau apapun yang bisa mestimulasi perkembangan otak sang "calon generasi" tersebut.

sebenarnya yang paling berpengaruh adalah emosi sang ibu saat mengandung, semakin baik emosi sang ibu maka bisa dipastikan akan semakin baik pula "calon generasi" yang akan dihasilkan.

selanjutnya ketika dia sudah lahir, maka dia akan mengambil pendidikan dari orang tua terutama sang ibu yang akan menjadi "guru" pertama baginya. disinalah peran penting sang ibu mulai nampak untuk mewarnai nya.selanjutnya ia akan mengambil pelajaran dari lingkungannya.

lalu seberapa besar peran pendidikan formal baginya?

pendidikan akan mengembangkan dua kecerdasan yaitu kecedardasan secara emosianal (EQ) dan kecerdasan secara intelejensi (IQ)

pendidikan formal didominasikan untuk mengembangkan kecerdasan IQ yang berperan dalam dia menganalisa sesuatu dan menemukan hasilnya namun pendidikan dalam keluarga dan lingkungan akan lebih berperan dalam perkambangan EQ

lalu mana yang lebih penting IQ atau EQ?
semua memegang peran masing masing namun kesuksesan dan daya tahan akan lebih ditentukan oleh berapa kadar EQ individual. lihat saja pemikiran dan ide gila yang selalu lahir dari individu yang meiliki tingkat EQ yang tinggi dan peran IQ adalah untuk menunjang lahirnya ide-ide t ersebut. nah disinilah kaitan erat dan seberapa pentingnya IQ dan EQ

 2. sumber makana

disini yang saya bahas adalah dari mana sumber makanan itu berasal bukan dari mana sumber nutrisi itu berasal, lalu apa bedanya?

jelas beda, sumber nutrisi adalah jelas sesuatu yang kasat mata misalnya: sumber vit.C berasal dari buah2 yang mempunyai rasa asam

sedang sumber makanan adalah dari mana ia didapatkan, misalnya ia didapatkan dari kerja atau mencuri

lalu apa hubungannya dengan perkembangan "calon generasi"?

bisa diumpamakan begini

ada 2 gelas air putih, 1 berasal dari mata air yang murni dan yang satu berasal dari mata air yang sudah tercemar. memang secara kasat mata keduanya sama baik secara warna tekstur dan volume.

namun ketika dikonsumsi tentu akan memberikan efek beda. air yang berasal dari mata air murni akan memberikan kesegaran dan kesehatan baik untuk jangka pendek maupun  jangka panjang. lalu yang satunya tentu akan memberikan efek kesehatan yang lain di kemudian hari karena kandungan yang tentu saja membahayakan kesehatan jika dikonsumsi secara terus menerus.

sama juga dengan uang yang diahsilkan dari suatu pekerjaan sebelum ia dibelanjakan menjadi hidangan yang kemudian dikonsumsi, jika uang tersebut berasal dari sumber yang baik maka ia kan menberikan efek  baik secara mental pada siapa saja yang mngonsumsinya.

sedangkan jika ia berasal dari uang yang didapatkan dari sumber yang tidak baik maka bisa dipastiakn akan menciptakan mental-mental yang jauh dari nilai "manusia". jiak anda tidak percaya coba anda pelajari disekitar anda dan renungkan lalu bedakan.

 3. batasi penggunaan gatged

dalam perkembangan  jaman manusia akan melahirkan karya yang spektakuler dalam berbagai bidang, dan mengahsilkan sesuatu yang lebih mudah. namun jika kita tidak mebatasi penggunaan hal modern maka buka tidak mungkin kodrat kita sebagi manusia akan "tergeser".

coba sejenak kita lihat sekitar kita,

kita ambil contoh kecil,handphone telah memberikan banyak kemudahan dalam hal berkomunikasi. yang jauh menjadi dekat dan kita akan selau bisa mengetahui perkembangan keluarga kita dengan cepat.

namun jika anda mau menyadari bahwa handphone lambat laun telah "merampas" nilai silatuhrohmi dan keakrapan kita. kita jadi jarang nerkunjung kerumah saudara denga alasan kita sudah tahu kabar melalui handphone bahkan bukan hal yang aneh ketika ada acara kumpul-kumpul kita  malah tidak seru gara-gara "sibuk" dengan aktifitas berhandphone ria.

dalam  hal makanan juga sama, intinya kita telah menjadi "korban iklan"

0 komentar