Apa sih dampak buruk dari sintron pada anak? munkin hanya sedikit dari sekian banyak orang tua yang menyadari hal ini, oleh karenanya dengan santainya mereka para orang tua dengan santainya menikmati drama sinetron bersama anak mereka yang masih dibawah umur. tahu kah anda bahwa apa yang anda lakukan itu telah membari dampak yang cukup signifikan pada anak, kenapa demikian?
satu hal yang harus anda pahami " ANAK ADALAH PLAGIAT/PENIRU YANG SANGAT ULUNG" jadi jika kita mau berkaca pada kalimat di atas maka bisa dipastikan anda telah mendidik mereka untuk bisa meniru adegan apa saja yang ada dalam sinetron tersebut, baik buruknya akan mereka rekam dalam pikiran mereka dan alhasil jangan kaget jika kelak pada hari kemudian anda menemui mereka lebih cepat dewasa sebelum waktunya.
efek psikologis yang akan mempengaruhi sang anak, karena dengan menonton yang bukan semestinya dia (anak) akan melewati masa kanak-kanak lebih cepat dari semestinya dan jika itu terjadi maka dikhawatirkan dia kurang memiliki rasa tanggung jawab kelak
Dokter spesialis anak, Hardiono D. Pusponegoro, lain lagi. Beliau mengungkapkan hasil penelitian Hancox RJ. Association of Television Viewing During Childhood with Poor Educational Achievment menyebutkan bahwa menonton tivi pada anak dibawah usia tiga tahun memberi dampak penurunan IQ. Menurut beliau, otak anak memiliki fungsi merencanakan, mengorganisasi, mengurutkan perilaku untuk kontrol diri, konsentrasi atau atensi, dan menentukan baik atau tidak. Dan semua sensor itu akan berkembang di pusat otak korteks prefrontal pada masa anak-anak hingga remaja. Dan tayangan televisi yang tidak baik pada dasarnya akan menghambat perkembangan otak ini karena organ ini akan kehilangan kesempatan mendapat stimulasi dalam hubungan sosial dengan orang lain , bermain kreatif, dan memecahkan masalah.
kita ambil contoh : dalam sinetron tersebut di tayangkan adu mulut atau pertengkaran, maka si anak akan merekam itu semua dan jika itu terjadi pada kehidupah nyata bukan tidak mungkin anak akan mengambil kesimpulan seperti apa yang telah ditoton/diperolaeh dari sinetron tersebut.
lalu bagaimana seharusnya? jika memang anda suka banget dengan sintron maka ada baiknya anda tidak menonton bersama anak anda terutama jika dia masih belum dewasa, klo pun terpaksa maka anda harus bisa memberi pengertian pada mereka agar mereka tidak mencerna tontonan itu secara mentah-mentah.karena media telivisi adalah media satu arah sedangkan yang dibutuhkan sang anak adalah media timbal-balik (dua arah) agar mereka benar2 bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi, ini penting demi tumbuh kembang anak yang seimbang.
source image ; freeimages
satu hal yang harus anda pahami " ANAK ADALAH PLAGIAT/PENIRU YANG SANGAT ULUNG" jadi jika kita mau berkaca pada kalimat di atas maka bisa dipastikan anda telah mendidik mereka untuk bisa meniru adegan apa saja yang ada dalam sinetron tersebut, baik buruknya akan mereka rekam dalam pikiran mereka dan alhasil jangan kaget jika kelak pada hari kemudian anda menemui mereka lebih cepat dewasa sebelum waktunya.
efek psikologis yang akan mempengaruhi sang anak, karena dengan menonton yang bukan semestinya dia (anak) akan melewati masa kanak-kanak lebih cepat dari semestinya dan jika itu terjadi maka dikhawatirkan dia kurang memiliki rasa tanggung jawab kelak
Dokter spesialis anak, Hardiono D. Pusponegoro, lain lagi. Beliau mengungkapkan hasil penelitian Hancox RJ. Association of Television Viewing During Childhood with Poor Educational Achievment menyebutkan bahwa menonton tivi pada anak dibawah usia tiga tahun memberi dampak penurunan IQ. Menurut beliau, otak anak memiliki fungsi merencanakan, mengorganisasi, mengurutkan perilaku untuk kontrol diri, konsentrasi atau atensi, dan menentukan baik atau tidak. Dan semua sensor itu akan berkembang di pusat otak korteks prefrontal pada masa anak-anak hingga remaja. Dan tayangan televisi yang tidak baik pada dasarnya akan menghambat perkembangan otak ini karena organ ini akan kehilangan kesempatan mendapat stimulasi dalam hubungan sosial dengan orang lain , bermain kreatif, dan memecahkan masalah.
kita ambil contoh : dalam sinetron tersebut di tayangkan adu mulut atau pertengkaran, maka si anak akan merekam itu semua dan jika itu terjadi pada kehidupah nyata bukan tidak mungkin anak akan mengambil kesimpulan seperti apa yang telah ditoton/diperolaeh dari sinetron tersebut.
lalu bagaimana seharusnya? jika memang anda suka banget dengan sintron maka ada baiknya anda tidak menonton bersama anak anda terutama jika dia masih belum dewasa, klo pun terpaksa maka anda harus bisa memberi pengertian pada mereka agar mereka tidak mencerna tontonan itu secara mentah-mentah.karena media telivisi adalah media satu arah sedangkan yang dibutuhkan sang anak adalah media timbal-balik (dua arah) agar mereka benar2 bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi, ini penting demi tumbuh kembang anak yang seimbang.
source image ; freeimages

0 komentar
Post a Comment