Berfikirlah dua kali sebelum kredit

Kredit sudah menjadi salah satu trend yang dianut oleh beberpa orang, meskipun mereka tahu dengan kredit mereka diharuskan untuk membayar lebih dari harga yang semestinya. mulai hal yang sepele sampai sesuatu yang paling mahal saat ini sudah bisa kita peroleh dengan cara kredit, memang banyak sekali tawaran disekitar kita untuk kredit dengan iming iming kemudahan untuk memikat kita. namun jika kita bisa berfikir lebih jernih dan mau bersabar maka setidaknya kita menghindari kredit.

Berikut beberapa alasan agar kita menghindari kredit:

1.Memaksakan kehendak
Dengan iming iming banyak kemudahan akhirnya kita terjebak juga untuk mengambil kredit tanpa kita berpikir panjang apakah kita mampu, apalagi saat ini sebagian besar pekerjaan ada ditangan outsourcing yang bisa saja sewaktu-waktu memutus hubungan kerja. dan jika itu terjadi maka kita akan dipaksa untuk terus membayar tagihan kredit jika tidak maka barang yang belum lunas tersebut akan diambil oleh pihak bank. siapa yang rugi?

Lebih baik memilih barang second yang sesuai kemampuan kita, sambil kita menabung untuk membeli yang kita inginkan.

2.Membayar lebih mahal
Itu sudah pasti karena kita harus membayar uang jasa dari kreditur atau istilahnya bunga, namun jika kita mau sidikit bersabar kita bisa menghemat uang kita dan itu bisa kita gunakan untuk kebutuhan lain.

Cobalah kita hitung berapa uang mukan(Dp) yang harus kita bayar dan berapa angsurannya lalu  coba cari tahu berapa selisihnya jika kita membelinya secara cash.

3.Apa keuntungannya?
Sebelum kita menjatuhkan untuk kredit akan lebih baik jiak kita benar benar menghitung untung dan ruginya kita kredit, misalnya dengan mengkredit barang A dan kemudian itu kita gunakan untuk menjalankan usaha dan dengan melakukan itu kita bisa mendapatkan keuntungan lebih dari pada kita harus bolak-balik menyewa. mungkin alasan itu bisa diterima, namun jika dengan kredit malah akan membebani keuangan kita bukan malah menyehatkan tentu lebih baik kita hindari.

4. Pemicu kemiskinan
Mungkin ini agak sedikit extrem namun jika kita mau berpikir lebih jauh kita akan menemukan jawabannya, kebanyakan orang yang mengambil kredit adalah golongan ekonomi menengah kebawah yang sebagian besar berpenghasilan pas2n dan kebanyakan dari mereka lebih mengutamakan untuk membayar angasuran kredit dari pada mencoba untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tentu itu sangat ironi, seharusnya mereka bisa belajar menabung dan bersabar untuk mengendalikan ekonomi yang lebih baik. berapa banyak yang harus tutup lobang ganti lobang hanya sekedar untuk membayar angsuran? trus kapan akan berkembang ekonomin mereka?

5. JIka bisa cash mengapa harus kredit?
Mendidik pribadi yang sabar dengan menabung dan berinvestasi tentu lebih baik agar kita bisa mendapatkan barang yang menjadi keinginan kita dengan cara cash, berinvestasi dan menabung tidak selalu dengan nominal besar. kita bisa meulainya dengan hal yang kecil,seperti pepatah "sedikit-sedikit lama lama jadi bukit"

Jadi berfikirlah dua kali sebelum anda memutuskan untuk mengambil kredit, tentang untung rugi dan kemampuan anda kedepan. ingat, jangan terlalu membebani hidup anda dengan memperkaya orang lain sementara ekonomi anda tidak terkontrol. jika dengan kredit anda bisa mendapatkan keuntungan lebih, kenapa tidak? namun jika hanya untuk gengsi lebih baik jangan

0 komentar