Dalam mengarungi sebuah hubungan tidak mungkin akan berjalan mulus seperti yang ada pada sebuah cerita dongeng, masalah pasti datang entah itu besar maupun kecil. namun tahukah anda jika masalah itu datang memang untuk menguji kehidupan kita agar kita hubungan itu bisa semakin kuat jika kita bisa melewati, sebaliknya jika kita terlalu fokus pada masalah bukan tidak mungkin malah akan menghancurkan sebuah hubungan itu sendiri.
Saat pola fikir tidak sepaham maupun ketika berselisih saat memilih seusatu bukan berarti pasangan tidak bisa mengerti, tetapi disanalah seharusnya kita mau membuka fikiran dan pemahaman yang lebih luas dari yang dipahami selama ini.
Solusinya, ketika ada ketidak sepahaman alangkah baiknya sama-sama mendengarkan alasan baik dan buruknya sebuah pilihan atau pendapat yang ada kemudian mencoba mencari solusi yang kira -kira bisa diterima oleh kedua-belah pihak, bukan malah saling mengedepankan dan mempertahankan pemahaman masing-masing yang tentunya akan membuat suasasana menjadi semakin panas.
Berfikir secara realistis dengan memahami pasangan adalah langkah terbaik, misalnya ketika hendak membeli sebuah rumah, alangkah baiknya saling memberi pendapat keinginan istri seperti apa dan keinginan suami seperti apa dan kemudian mencoba mencari kesimpulan yang sekiranya sama2 menerima dengan senang hati. jika tidak, masalah akan muncul dari salah satu pihak yang merasa itu bukan pilihan bersama, seperti boom waktu yang kapan saja bisa meledak.
Ini pun juga bisa diterapkan pada hal-hal kecil sehari-hari pada sebuah rumah tangga/hubungan, keuntungannya adalah tidak sampai ada hilang kontak pada pasangan dan dilain sisi salah satu pihak bisa merasa tidak dihargai ketika keputusan cuma ada pada salah satu pihak.
Perlu diingat, ketika membangun sebuah hubungan pernikahan berarti kita sudah mau berbagi dalam berbagai lini, baik susah maupun senang. mengerjakan sesuatu secara bergotong royong, bukan saling memerintah, saling mengerti sama lain bukan mengedepankan ego masing2. rumah tangga akan terasa begitu indah ketika dalam rumah tangga bisa menghadirkan semua itu, sebaliknya rumah tangga akan seperti neraka ketika salah satu pihak merasa dirugaikan.
Jadi ketika ada ketidak cocokan jangan lantas mengedepankan emosi, namun cobalah mengerti apa dan bagaimana situasi pasangan. kita yang memilih pasangan, kita yang merasa pasangan kita yang terbaik sehingga kita menikahinya, tentu kita harus sadari itu. lalu,kenapa kita harus menyakiti pasangan? baik itu secara fisik maupun mental. seharusnya kita sayangi mereka layaknya masa pacaran/awal kita kenal dan bersamanya.
Kenanglah masa itu sebelum kita memarahi pasangan kita, itu akan lebih baik.
Saat pola fikir tidak sepaham maupun ketika berselisih saat memilih seusatu bukan berarti pasangan tidak bisa mengerti, tetapi disanalah seharusnya kita mau membuka fikiran dan pemahaman yang lebih luas dari yang dipahami selama ini.
Solusinya, ketika ada ketidak sepahaman alangkah baiknya sama-sama mendengarkan alasan baik dan buruknya sebuah pilihan atau pendapat yang ada kemudian mencoba mencari solusi yang kira -kira bisa diterima oleh kedua-belah pihak, bukan malah saling mengedepankan dan mempertahankan pemahaman masing-masing yang tentunya akan membuat suasasana menjadi semakin panas.
Berfikir secara realistis dengan memahami pasangan adalah langkah terbaik, misalnya ketika hendak membeli sebuah rumah, alangkah baiknya saling memberi pendapat keinginan istri seperti apa dan keinginan suami seperti apa dan kemudian mencoba mencari kesimpulan yang sekiranya sama2 menerima dengan senang hati. jika tidak, masalah akan muncul dari salah satu pihak yang merasa itu bukan pilihan bersama, seperti boom waktu yang kapan saja bisa meledak.
Ini pun juga bisa diterapkan pada hal-hal kecil sehari-hari pada sebuah rumah tangga/hubungan, keuntungannya adalah tidak sampai ada hilang kontak pada pasangan dan dilain sisi salah satu pihak bisa merasa tidak dihargai ketika keputusan cuma ada pada salah satu pihak.
Perlu diingat, ketika membangun sebuah hubungan pernikahan berarti kita sudah mau berbagi dalam berbagai lini, baik susah maupun senang. mengerjakan sesuatu secara bergotong royong, bukan saling memerintah, saling mengerti sama lain bukan mengedepankan ego masing2. rumah tangga akan terasa begitu indah ketika dalam rumah tangga bisa menghadirkan semua itu, sebaliknya rumah tangga akan seperti neraka ketika salah satu pihak merasa dirugaikan.
Jadi ketika ada ketidak cocokan jangan lantas mengedepankan emosi, namun cobalah mengerti apa dan bagaimana situasi pasangan. kita yang memilih pasangan, kita yang merasa pasangan kita yang terbaik sehingga kita menikahinya, tentu kita harus sadari itu. lalu,kenapa kita harus menyakiti pasangan? baik itu secara fisik maupun mental. seharusnya kita sayangi mereka layaknya masa pacaran/awal kita kenal dan bersamanya.
Kenanglah masa itu sebelum kita memarahi pasangan kita, itu akan lebih baik.

0 komentar
Post a Comment